Malu adalah cabang keimanan

Kategori Religi | Komentar (0) 22 Maret 2009 / 26 Rabi' Al Awwal 1430 Hijr

"Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan 'La ilaha illallah' (tauhid), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang iman." (HR. Bukhari, Muslim)

"Hendaklah kalian malu kepada Allah Azza wajalla dengan sebenar-benarnya malu. Barangsiapa malu kepada Allah Azza wajalla dengan sebenar-benarnya malu, maka hendaklah ia menjaga kepala dan apa yang ada padanya, hendaklah ia menjaga perut dan apa yang dikandungnya, dan hendaklah ia selalu ingat kematian dan busuknya jasad. Barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat hendaklah ia meninggalkan perhiasan dunia. Dan barangsiapa yang mengerjakan yang demikian, maka sesungguhnya ia telah malu kepada Allah Azzawajalla dengan sebenar-benarnya malu." ( HR. at-Tirmidzi,Ahmad,al-Hakim)

Komentar {0}

Tulis Komentar

Nama
Nama (harus diisi).
Url
Url (optional).
Komentar
Karakter tersisa Komentar (harus diisi, maksimal 1000 karakter).
Anti Spam
security code
Anti spam (harus diisi).