Puisi untuk Ayah dan Ibu

Kategori Puisi | Komentar (65) 22 April 2008 / 16 Rabi' Al-Thani 1429 Hijr

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka
Perindahlah ucapanku di depan mereka
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka.......

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya,
atas didikan mereka padaku dan Pahala yang
besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
atau kesusahan yang mereka deritakan kerana aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka kerana perbuatanku,
maka jadikanlah itu semua penyebab susutnya
dosa-dosa mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu ya Allah,
hanya Engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika sebaliknya, maka izinkanlah aku
memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Amin Ya Rabbul Alamin..

Sumber : Islam Digest

Komentar {65}

1
abbahatun | 22 April 2008
nanda teringat dg bunda di rumah
2
opi | 22 April 2008
Ingin menangis saat membacanya.....
3
presty larasati | 23 April 2008
hukz,,
mampir pertama k blog ini malah nangis bombay mbaca puisi inih..
kangen mama papa... :(
*ambil HP, telpon mapa :) *

btw, salam kenal juga, killy...
:)
4
Ray | 23 April 2008
Aminn..

*teringat kedua orang tuaku*
5
poetra | 23 April 2008
Amiiiinnn..

*kangen rumah, hiks*
6
leah | 23 April 2008
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati.
7
pak rt | 24 April 2008
dahsyat.....
8
pak rt | 24 April 2008
.......plis fwd ke yang laen..

AYAH

Suatu ketika, seorang anak wanita bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut dan badannya yang bungkuk, disertai suara batuk-batuk.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya:

"Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut dan badan Ayah kian bungkuk ?" Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku laki-laki, nak." Itulah jawaban ayahnya.

Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti, Ayah."

Jawaban ayahnya itu membuatnya tercenung penuh rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanitanya itu. Kemudian ditepuknyalah bahunya sambil berkata :

"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang laki-laki."

Bisikan ayahnya tersebut membuat anak wanita itu bertambah bingung.

Karena penasaran, anak wanita itu menghampiri ibunya, lalu bertanya :

"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut dan badannya kian bungkuk ? Tapi Ayah sepertinya tidak mengeluh dengan keadaannya itu. Tidak ada keluhan dan rasa sakit."

Ibunya menjawab: "Anakku, seorang laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga memang akan mengalami hal demikian."

Hanya itu jawaban sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi sejauh ini dia tetap belum menemukan jawaban atas rasa penasarannya.

Hingga pada suatu malam, sang anak wanita itu bermimpi.

Dalam mimpi itu dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat yang merupakan jawaban atas rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan laki-laki, Aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga.

Dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi."

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan keperkasaannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari nafkah yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun mungkin dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya yang tidak puas atas hasil jerih payahnya itu."

"Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah. Demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari. Demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup dan kedinginan karena tersiram hujan serta terterpa hembusan angin. Dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya. Yang selalu dia ingat adalah di saat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku-berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hidupnya dia diterpa keletihan dan kesakitan."

"Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha, berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya dalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal kasih sayangnya itu pula yang memberikan perlindungan rasa aman pada saat anak-anaknya tertidur lelap. Sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan bahwa istri yang baik adalah istri yang setia terhadap suaminya. Istri yang baik adalah istri yang senantiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istrinya, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan di wajahnya untuk menjadi bukti bahwa laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikir dan tenaganya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup bahagia. Badannya yang bungkuk adalah bukti bahwa sebagai laki-laki yang bertanggung-jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya."

"Ku-berikan kepada laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki."

Terbangunlah anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa.

Ketika ayahnya berdiri, anak wanitanya itu merengkuh dan mencium telapak tangan ayanya.

"AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...

to All Fathers : "Jika anda mencintai ayah anda dan sekarang merasa sebagai seorang ayah, kirimlah cerita ini kepada orang lain, agar seluruh orang di dunia ini dapat mencintai dan menyayangi ayahnya dan mencintai kita sebagai seorang ayah.

NOTE:

Berbahagialah anda yang masih memiliki Ayah.

Lakukanlah yang terbaik untuknya.

Berbahagialah anda yang menjadi ayah.

Lakukanlah yang terbaik untuk keluarga anda


9
widayati | 03 April 2008
SAYA MEMBACA PUISI INI DENGAN KHIDMAT AGAR MENJADI DOA UNTUK ORANGTUAKU DAN SEMUA ORANG TUA DI DUNIA.......TRIBUTE TOALL PARENTS
10
ria | 26 April 2008
Q terharu banget... q jg bersyukur dgn membaca puisi ni!!! moga2 yg membuat puisi ni di sayangi alloh amin
11
ros_se 31 oktber 2008 | 31 April 2008
mkch bwnyak yo..Q trhru bwget bca puisi ni,mga2 yg mmbuat puisi ni bisa lebih bnyak mmbuat puisinya yg lbeh indh n menyentuh hti,pkoknya bwagus poWl deecch. .
12
vrie | 06 April 2008
thank,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,thank aqu hanya bisa terdiam dan bahagia karena ayah ku adalah pahlawan di dalam keluarga. meski beliu telah bertemu dengan penciptannya.
13
ayang | 01 April 2009
subhanallah.... moga kita semua bisa berbakti kepada beliau, love u dad....
14
lia | 14 April 2009
wah bagus banget pe terharuuu,,,
15
trie | 13 April 2009
wOoOw....................
sungguh sangat mengesankan,.
sampai" q hrZ meneteskan air mata,.
bagaimana tidak...............????
Q sudah tidak memiliki lagi figur seorang ayah,.
belumlah sempat q membalas smua kebaikan yang telah beliau berikan padaku,.
AYAH KU,......
PERGiiiiiiiiiiiiiiiiiii.............
beliau dipanggil untuk kembali kerkhmatullah,.
terpukul rasanya hatiku,.
tak kuat.......!!!!!!
namun,,,,
inilah kenyataan hidup yang haruz Q terima,.
AYaaaaaaaaaaaahhhhhh................
Q akan slalu berdo'a untukmu,.
SEMOGA U TENANG DISANA.......!!!!


"buat yang baca...
berbahagialah u karna u msh mempunyai seorang ayah "
Lam kenal wat smua....
16
trie | 13 April 2009
wOoOw....................
sungguh sangat mengesankan,.
sampai" q hrZ meneteskan air mata,.
bagaimana tidak...............????
Q sudah tidak memiliki lagi figur seorang ayah,.
belumlah sempat q membalas smua kebaikan yang telah beliau berikan padaku,.
AYAH KU,......
PERGiiiiiiiiiiiiiiiiiii.............
beliau dipanggil untuk kembali kerkhmatullah,.
terpukul rasanya hatiku,.
tak kuat.......!!!!!!
namun,,,,
inilah kenyataan hidup yang haruz Q terima,.
AYaaaaaaaaaaaahhhhhh................
Q akan slalu berdo'a untukmu,.
SEMOGA U TENANG DISANA.......!!!!


"buat yang baca...
berbahagialah u karna u msh mempunyai seorang ayah "
Lam kenal wat smua....
17
anggaw | 13 April 2009
sangant bagus tq
18
desi | 09 April 2009
aku terbangun
terbangun dan tersentak,,,sungguh ku akan dan harus ku mengerti ayahku
sungguh aku menyayangi ayahku
sungguh ku mencintai beliau
meski tak ku ungkapkan dengan kata2
tapi wajahnya akan selalu terpatri
dalam setiap doa yang ku panjatkan.
19
nadia | 13 April 2009
ia bagi ayah yang baik dan pedulu keluarga tapi ada ngak puisi bagi ayah yang ngak peduli keluarganya???
20
Ray | 16 April 2009
nadia: apakah layak kita mendoakan jelk apalagi pada orang tua kita sendiri, meskipun mungkin dia telah berbuat jahat kepada kita.

Selayaknya bagi manusia untuk mendoakan orang tua dengan doa yang baik, setidaknya mendoakan untuk berubah jadi baik bagi orang tua yang tidak baik.

Amin.
21
Rya'H | 16 April 2009
Sedih... bgt liat puisi ini.
q jd trngat ma ibu n papa q... aq sring bgt mlawan pd kedua oran tua q
pokoknya the best bgt dech puisinya
22
khoirul | 28 April 2009
mengigatkanku akan masah kecilku,
bahwa betapa susahx ibuku, ayahku

mengurusku sampai sedewasa ini
lihatlah perjuangan orang tua kita
yang tak memandang lelah siang dan
malam

inginku hanyalah membahagikan
kedua orang tuaku membalas semua
perjuanganx sebelum mereka di panggil

kepada yang kuasa......!!!!



23
niEsha | 08 April 2009
hikz..hikz (>_
24
shiam rahmawati | 10 April 2009
aku jadi kangen Ayahku,
25
vee | 13 April 2009
terima kasih pusinya
26
trikardo | 31 April 2009
wa bagus sekali puisi nya aku senang sekali mendegarkan nya
27
ardianto | 31 April 2009
buruk sekali ada yg bgs lagi bosan degarnya
28
trikardo | 31 April 2009
siapa yg bilang buruk
29
miz_emil | 05 April 2009
sipppp dah puisinya!!!!

JHadhi terhar0u. . . . . .
30
zulkifli | 18 April 2009
Ingn rsx aq nangs stlh bca ini puisi,''Ya Allah ampunilah dosax ke2 ortuq&pnjngknlh umurx hndrknlh mra bahaya yg akn mnmpx''
31
Novita | 30 April 2009
Itu memang bagus membuat hati Q menjd nags dan jika kau tau memang orang tua adalah segalanya bagi kita dan semua itu harus dan wajib kita pelajari
ya anggap lah semua itu Hidayah dari Tuhan karena Tuhan masih say sm kita dan Tuhan telah memberikan jalan yang baik untuk kita semuanya tapi apakah yang harus kita lakukan untuk membalas semua jasa ortu kita kepd kita semua dan dengan cara apa juga kita membalasnya ????????????????????????????????
32
ayu soraya | 03 April 2009
insya allah ya rob.....ibu dan ayah kita akan dilindungi oleh allah subhanahu wata,allah karna merekalah kita sampai sebesar ini dan sayangilah ke2orang tuaku ini ya allah[amin]
33
hooootzzzz | 06 April 2009
bgku org tua sgt brhrga d mta k. mgkn tnp mrkq ak tak kan ad d dnia ini. oh... ibu. oh..... ayah engkwlah samudra kehidupan ku
34
E............VA......K | 06 April 2009
tntu iya..........??? ora tua sgat brhrg. bodooooooooh........... x klian neh.
35
ryzka | 12 April 2009
ya allah ananda inget ama bunda, ayah,,,
ya allah berikan kabahagiaan bwt ayah dan bunda ku ya rabb
thnx,, banget bwt ayah ama bunda
yang dah ngurus ananda d waktu kecil dan ampe ananda sebesar ini,,,

baguz banget puisinya,,,
36
uye | 22 April 2009
aku sayang ibu dan ayah .........

I Luph mom and pap ...................
37
dewi R | 24 April 2009
ya allah sungguh kumerasa kalau jauh dengan orang tuaku.........aku kangen am mereka.........rasanya pengen pulang........
maaaaa+paaa maafin ade' yach yang selam ini selalu ngbuat masalah
38
RIA | 08 April 2009
AQ jd kangen ma mama n pa2 q d rmh,
mama papa ria kangennnnnnnnnn ma mama n papa,ria mnteskn air mta krn ingat mama n papa d saat bc puisi mama papa.??
ria sayang mam n pap








39
hafid algristian | 12 April 2009
salam buat semua ibu di sluruh belahan bumi :')
40
Aryn | 22 April 2009
puisi yang sangat menyentuh apalagi di hari ibu spt saat ini, thanks ibu....
kasihmu sepanjang masa,
41
Q | 23 April 2009
salam kenal bwt yg punya blog,,
Udah lama ga bloging,trus buka blog ini,jadi sedih trs rindu orang tua yg berada jauh skrg,

42
novva | 23 April 2009
amiiinn..

jadi kangen sama mama , tapi dia pergi sama org lain dan gga peduli sama aku , aku sedih bgt , papa ku udh da diatas sana , aku ngerasa bukan anak yg beruntung kaya mereka yg masih punya org tua , untuk kalian yg masih punya org tua ,jangan sekali" kalian melawan'a , membentaknya , memukulnya atau sebagainya...
sayangilah kedua org tua mu selagi mereka masih hidup...

aku sayang mamaku..
:( :( :( :(
43
nesya | 26 April 2009
aKuwh meRinding waktu baca puIsi ini

.Kauw mengingatkan kuwh atas kebodohan yang uddah aku lakukan kepada orang tua ku..

.thangs
44
achnes novita | 03 April 2010
achnes jadi kangen dengan bundha ma ayah drumah

serasa kepinggin pulng cpat
dan bagiq
mereka adalah darah dan jantungq

i always love umi n abi
45
rahmacwid | 13 April 2010
aq sayang bgt sma k2 ortu ..........
mksh ayah & ibu yg tlh merawatq d'saat q sakit, dan sehat?????

I LuPh U fUlL Father and Mother
46
pinkan ajeng andini | 17 April 2010
huu .. jadi terharuu dechh .. :'(
47
anna | 19 April 2010
puisinya indah sekali,membuat hatiku tenang, sperti ayah dan ibuku yg selalu tenang dan sabar menjaga dan mengasihiku hingga aku bs sukses sekarang :)

Ya Allah, mudahkanlah untukku tuk bisa berbakti pada kedua orangtuaku..Amin Ya Rabbal Alamin..
48
Apri | 23 April 2010
Duc.. SeDih BaNget SetElah BacA puIsi INi,,,
pErasAAn bAru keMarin Q meNinggalkan Mereka Tapi Tanpa sAdar q 1 TahUn yaNG lalU SudAh terLeWAtkan Untuk JUmpa DengAnya..
PeraSaan iNi teRpukul SekaLi, 4 TahuN QA hiDUp maNDIRi haNYa deMI ciTa2 d Sini. Apa yaNg qQ baWa nantI muDah2an Semua BerGuna UNtuk SemUA a,,, ingin MenDaptkan SEnyum TerMAnis darI oraNG tuAQ,,, WisuDA akN QA persembAhan HadIah tEr besar bUat MEREKA... DO'aKAN NanDa dI siNI, YAng berHarap meNdapAT dUKUngan Dan MOtivasi. IloVeYou MaM,, daN pAP,,
49
ayub_alf | 25 April 2010
tak cukup rasanya kuberikan kasih dan sayangku
tak cukup rasanya kulimpahkan pengorbananku
pada Ayah dan Ibuku..
namun apa hendak dikata takdir berkata lain
mereka yg kusayang, kucintai, kubanggakan
kini telah pergi kepadaNYA..
andaikan waktu dpt kuputar kembali
ingin rasanya mendekap mereka dalam pelukanku
hingga rasaku tiada....
engkau wanita terbaik yg kumiliki
engkau pria tertangggu dalam hidupku
kalian akan slalu dalam hatiku hingga
akhir perjalanku....
tunggu aku ibu..........
tunggu aku Ayah...........



wahai saudara(i)ku raihlah surga atas mereka sebelum semua terlambat.....
50
iren | 29 April 2010
aq kangeeen papa
51
roy | 31 April 2010
ayah.................
52
qurnia nanda irawan | 31 April 2010
kenapa kalian berdua meninggalkan ku sendirian wahai kedua orang tuaq. kenapa????
kenapa,,kalian tega sama anak pertamamu ini.
53
mamah sama papah emang harta icha iang terbaik ,,
gga akand ada iang bisa ngegantiin posisi mereka ,,
mamah am papah akand clalu icha saiiang mellebihi appapun ,,
v icha akan lbih saiiang am ALLAH ..
karna cinta kita pada appapun gga bleh mlbhi cnta kta kpda ALLAH ..
toh ALLAH jugga iang ngasih mamah nd papah buat icha ..
icha besuukuurrrrr banggettt ..
jadii icha saiiang :
1 : saiiiang am ALLAH swt
2 : saiiang am mamah nd papah ..
ingett iaaah temen" ..
54
decy yg slalu merindukan abah mama........... | 04 April 2010
ya Allah ...............begtu besar jasa abah mama....
ya ALLAh .............balas lah smw kebaikan mreka............
abah mmafin dec...lo dec slma ni gag bs bnggain......gag bs bwt abah trsnyum bannga........maafin dec abah...slma dec hnya mengeluh..mnta uang...gag prnah mnerti abah..............
mama............................dec gag tw mo ngomong pa lg...........dec hnya bs mengluarkan air mata......bersujud pd Allah ..........mhon agar mama sllu d slimuti rahmat dan hidayah Allah.............




skrang dec jauh dr abah mama,,,,dec kangen...dec mo plang...dsni dec hnya bs nanngis lo dec kngen ma abah mama....
55
febry | 05 April 2010
thank's puisinya bgs,,dahsyat,,,,,,,,mantap bgt.....
56
Much Furqon MubasysyiR | 09 April 2010
Au SaaT MembacA PuisI InI SempaT MenangIs....
57
feby | 09 April 2010
aduh sedihx jd teringat sm ayah & ibuku aku langsung meneteskan air mata ku sebanyak banyakx .

btw. maksih atas puisix bahh ayah&ibu itu betul bahwa ada kasih nya kpd ank nya makasih banget
58
MoNic "y4y4Nk" | 10 April 2010
jd bErza Lom biza NgEbaHagiaiN mrk...Mav'N Q ayah ibu...Q syg b9t m ayah ibu..
59
Yudhi Murzan Adhi Nugraha | 10 April 2010
Sungguh menyentuh sekali, saat Ayah ku masih Ada aku belum bisa memberikannya yang terbaik, sekarang Ayah sudah dipanggil oleh Allah, hanya Do`a yang dapat aku berikan untuknya sebagai tanda Cinta Dan Kasih Sayangku yang tiada batasan serta menjaga Mamahku dan Amanah yang pernah diucapkannya semasih Ayah masih ada..
60
a'ay zainatul millah,15 februari 2010 | 15 April 2010
terkesan banget sumpah puisinya bagus bgt apa lagi da foto makkah\'y kayanya q sprti da d sna ku peeeeeeeeeeeeengngngngeeeeeeeeennnnnnnn bgt pergi k sna, b\'sama keluarga ku
wat yg bca coment q mohon do\'a restu\'y biar keluarga q bsa brngkt ke sna scpat mungkin klo bsa thn ini .Amieeeeen ya robal alamin
61
Kim24 | 15 April 2010
I realy like your cool text! Can you write the college essay as example? Because I know that a masters comparison essay service can write well researched term papers of perfect quality.
62
alfa | 23 April 2010
puisi nya bagus nyentuh bgt,,,,
memang seorang ayah harus di hatgai sepenuh nya,,,
buat dia seneng jangan ampe dia sedih hanya karena hal sepele,,,
63
irma | 05 April 2010
sedik bgt bacax ...
apalgi saya yg sudah tdk mempunx seorang ibu lg, dan cma mempunx ayah dan kk ...
harta satu2 q adalah se orang ayah..
q jdi rindu sama mama q ..
semoga aja mamaq disana lbh tenang ..
Ya ALLAH satangin lah kedua org tua q seperti mereka menyanginq di waktu q kecil ...
64
yogha | 07 April 2010
ya ampun baru diba ca aja bikin orang sedih jadi inget dosa yg tlah kulakukan pada kedua orang tua gue
65
syedGeo_@81 | 10 April 2010
sebak hati ini membacanye,Tanpa kusedari air mataku membasahi pipi ini...
pengorbanan Ayah & Ibu memg tiada bandingannye,pada yang masih mpunyai ayah dan ibu berbuat baiklah pada mereka,jgnlah disakiti hatinye,....

Abah semoga dirimu tenang di sana,...@minnnn.

Geo sayang abah sangat2,....

Tulis Komentar

Nama
Nama (harus diisi).
Url
Url (optional).
Komentar
Karakter tersisa Komentar (harus diisi, maksimal 1000 karakter).
Anti Spam
security code
Anti spam (harus diisi).