Nasihat untuk istriku tercinta

Kategori Personal | Komentar (19) 04 Mei 2008 / 28 Rabi Al-Thani 1429 Hijr

Duhai istriku,
wanita yang telah Allah takdirkan untuk menjadi ibu dari anakku.
Sembahlah Allah semata, jangan pernah engkau menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun yang ada dilangit dan dibumi.
Cintailah Allah melebihi kecintaanmu kepadaku.
Hanya Allah-lah yang berhak untuk kita cintai melebihi apapun.
Janganlah kecintaanmu kepadaku dan anak kita membuat engkau lalai dari mencintai Allah.
Cintailah Allah karena Allah tidak akan pernah menginggalkanmu.
Allah adalah yang Maha hidup yang akan selalu bersamamu dan tidak pernah akan meninggalkanmu. Sementara aku suamimu adalah makhlukNya, yang mana aku pasti akan meninggalkanmu, meninggalkan anak kita untuk kembali kepada Dzat yang Maha Kekal.
Cintailah Allah dengan segenap jiwa dan ragamu, mohonlah kepada Allah supaya kelak Allah berkenan memberikan RahmatNya untuk mempertemukan dan menyatukan kita didalam SurgaNya.


Duhai istriku,
bilamana Allah memberi kehormatan untuk memanggilku kembali terlebih dulu maka janganlah engkau ratapi kepulanganku.
Ketahuilah bahwasannya Allah menjanjikan surga bagi siapa saja yang iklas dan rela apabila diuji dengan kematian orang-orang yang dicintainya. Ketahuilah bahwa aku berdoa kepada Allah untuk menjaga engkau dan anak kita. Allah-lah sebaik-baiknya penjaga amanah. Allah tidak akan menyia-nyiakan doa hambaNya.


Duhai istriku,
berbaktilah kepadaku karena ridho Allah adalah ridhoku sebagai suamimu. Surgamu adalah ridhoku.
jadilah istri yang sholehah karena engkau adalah ibu dari anak kita. Panutan utama bagi anak kita. Engkau sebagai wanita telah diberi kerhormatan oleh Allah sebagai tiang (pondasi) agama. Jika rusak akhlakmu sebagai wanita maka rusak pula akhlak keluarga kita, anak kita, bangsa kita dan agama kita.
Jagalah selalu kehormatanmu.


Duhai istriku,
marilah kita hidup zuhud didunia ini.
Kita ambil seperlunya saja kebutuhan kita didunia ini dan ambil sebanyak-banyaknya bekal untuk kehidupan yang kekal di akhirat kelak.
Mari kita belanjakan harta kita dijalan Allah.
Janganlah kita berlebih-lebihan (bermegah-megah) didunia ini. Sungguh Allah telah memperingatkanbahwa bermegah-megah akan membuat kita lalai.
Ketahuilah istriku, bahwasanya kelak didalam surga Allah akan memerintahkan kepada para Malaikat untuk mengundang orang-orang yang ketika didunia hidup zuhud untuk menghadiri pernikahan Isa putra Maryam. Tidakkah engkau ingin mendapat kehormatan ini?


Duhai istriku,
marilah kita senantiasa berusaha menyisihkan harta kita untuk bersedekah.
Jangan pernah menolak apabila ada orang yang miskin yang meminta sedekah kepadamu, berikanlah walau hanya seratus rupiah atau bahkan hanya dengan sebentuk senyuman.
Ketahuilah istriku, sesungguhnya orang-orang miskin adalah tamu-tamu Allah kelak didalam surga. Tidakkah kita merasa terhormat apabila bisa memberikan harta kita kepada tamu-tamu Allah?
Sungguh Allah tidak akan pernah menyianyikan pemberian hambaNya.


Duhai istriku,
surga adalah sebaik-baiknya tempat untuk kita kembali.
Allah telah menjanjikan berjuta kenikmatan didalamnya.
Ketahuilah istrikku, bahwasannya kenikmatan-kenikmatan didalam surga tidak ada nilainya dibandingkan dengan kenikmatan ketika kita bertemu langsung dengan Allah tanpa hijab.
Ketahuilah istriku, bahwasanya kita tidak akan bisa masuk kedalam surga tanpa ijin dan ridho dari Allah.
Bahwa sesungguhnya segala ibadah kita adalah sekedar untuk mendapatkan ijin dan ridho Allah supaya kita dapat memasuki surgaNya.
Maka tujukanlah segala amal ibadah kita kepada Allah, iklaskan semua hanya untuk Allah demi mendapatkan ridhoNya.


Duhai istriku,
jadilah engkau pribadi yang pandai bersyukur atas segala pemberian Allah. Karena sesungguhnya Allah telah mencukupkan segala rizki kepada hambaNya. Dan Allah akan terus menambahkan kenikmatan dan rizkiNya kepada hamba-hambanya yang pandai bersyukur.
Bersyukurkah engkau dengan mengingat Allah dan mendirikan sholat.


Duhai istriku,
bersabarlah engkau ketika ditimpa musibah. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan menimpakan suatu musibah diluar kemampuan kita untuk menanggungnya. Bersabarlah engkau dengan mengingat Allah, dengan mendirikan sholat. Mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat.


Duhai istriku,
engkau adalah pakaian untukku, engkau adalah penutup segala aibku.
Ketahuilah bahwasannya junjungan kita Rasulallah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda bahwa seindah-indahnya perhiasan didunia ini adalah istri yang sholehah.
Maka jadikanlah aku laki-laki yang berbahagia karena memiliki perhiasan yang terindah didunia.

Purwokerto, Minggu 4 Mei 2008 / 28 Rabi Al-Thani 1429 Hijr.
Nasihat untuk istriku tercinta.

Komentar {19}

1
poetra | 04 Mei 2008
Aduhai, aku belum punya istri.
*curcol, heuheu*

Ntar tak contek lah bang sebagai nasehat untuk istriku.

Nanti tapinya :D
Reply :
Makanya buruan put, nunggu undangan sampe karatan ga datang-datang. hehehe.
2
leah | 04 Mei 2008
amien :)
Reply :
amin :)
3
R. Abimanyu Yusuf | 04 Mei 2008
wah, Pencerahan sekali mas killy bagi saya yg sebentar lagi menjalankan syariat allah ini..

Mudah2an Allah meridhoi..
amien....
Reply :
semoga cepat terlaksana mas, Amin.
4
v1rzh4 | 04 Mei 2008
amin.. wah bahagia sekali istrinya, dapat nasihat seperti ini.

salam kenal yah mas ;)
Reply :
amin, Insya Allah. kebahagiaan itu bisa diusahakan kok.
5
abbahatun | 04 Mei 2008
duhai kekasih hati..
maafkan aku tlah membiarkan mu lama menunggu
menanti dalam iringan doa yg slalu kau panjatkan
dalam setiap sujudmu kaupun slalu berharap

maafkan aku bilamana aku masih terpaku
dalam kebimbangan hati penuh rayuan palsu

duhai kekasih hati ..
bilamana hati ini telah kembali suci
kan kuraih engkau dalam penantian panjangmu
walau kutak pernah tahu siapa gerangan dirimu
wahai kekasih hati
jangan biarkan dirimu putus asa menantiku
jangan biarkan aku terbelenggu
doamu lah penuntun sgala langkahku

duhai kekasih hati yang tiada pernah ku tahu siapa dirimu
tiada pula sosok wajahmu
tapi ku yakin
janji-NYA itu pasti

ijinkan aku menggapaimu ..
tuk meraih ridlo dan rahmat-NYA
dan kan kusambut engkau dengan hamdallah

Ya Muhaimin,
jadikanlah ia ustadzah rumah ini ..
bersama ku membangun jundullah-jundullah
wanita sholehah ..
amienn
6
mikow | 04 Mei 2008
amin..
7
Dino | 05 Mei 2008
Amien... bahagianya punya suami seperti bang killy ini..hehehe
8
rani! | 05 Mei 2008
hmm...
tentang bersedekan ini saya agak2 dilema..
di satu sisi memang ingin menyisakan harta,
di sisi lain, ada pemberitaan bahwa mereka kalau dikasih ya jadi gitu2 aja, ga berkembang. malah ada pengemis yang bukan orang miskin sebenernya...
jadi gimana dong?
Reply :
Afwan, sesungguhnya amalan itu bergantung dari niatnya. Kalo memang kita berniat untuk sedekah ya sedekah saja. Kekuatiran seperti itu memang ada, kalo sekiranya ragu ya salurkan sedekah anda melalui lembaga-lembaga penyalur seperti BAZIS dan lainnya.
Wallahu a'lam.
9
AaL | 06 Mei 2008
Amin
10
galih | 06 Mei 2008
belum punya istri :( :(

pwengennnnnn
Reply :
Mudah-mudahan cepet dapet ;) ... Amin
11
marsini | 06 Mei 2008
Pantaskah aku untuk mendambakan suami yang bisa bernasehat demikian, yang selalu bisa membimbing langkahku agar tak goyah?
Ataukah ini terlalu sulit, ahh aku harus optimis..:-)
12
natazya | 06 Mei 2008
semoga lelaki yang menasihati juga tidak lupa buat mawas diri...
Reply :
terima kasih mba natazya, memang kita harus saling nasihat-menasihati dalam kebaikan supaya tidak dalam kerugian.
13
tony | 07 Mei 2008
duh mendalam sekali! :smile:
14
tamie | 17 Mei 2008
bagus bangeeeett :)
terharu jadinya..
15
beruangputih | 23 Mei 2008
Allahuakbar....indah banget kata2mu untuk istrimu bang, mudah2an kalian selalu d limpahi rahmat oleh yang kuasa n kebahagian selalu mengiringi perjalanan hidup kalian..amin...Salam kenalaja ya bang
16
tintin | 23 Mei 2008
subhanalloh bagus sekali .. :)
17
thuns | 23 Mei 2008
wadoooh... sebenernya pengen aku print nih postingan...
tapi... nunggu mo ngaca dulu :D sebelum tunjukin print2an ini ke bini ;)) xixixi...
18
wachyu( muerid loe dolo di phoenix) | 09 Mei 2008
wah om kill bagoos kale ito poesi
hehehehe ol gak neh om kill?
19
ibnu hayat | 04 Mei 2008
Membaca tausiyah ini, saya langsung kirim buat isteriku tercinta, semoga setelah membaca dia makin cinta kepada Dia, aku dan anakku. Sungguh sangat menyentuh...

Tulis Komentar

Nama
Nama (harus diisi).
Url
Url (optional).
Komentar
Karakter tersisa Komentar (harus diisi, maksimal 1000 karakter).
Anti Spam
security code
Anti spam (harus diisi).