Demi Masa
30 Oktober 1976 - 30 Oktober 2006
Demi masa.
Sesungguhnya
manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan
nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(Q.S Al-'Ashr : 1-3)
30 tahun yang lalu nun jauh disebuah kampung (tepatnya hutan) dengan nama "Muara Teweh" terlahir seorang bayi laki-laki. Seharusnya dia merupakan anak laki-laki yang ketiga dari pasangan 'Slamet Sumintaatmadja' dan 'Lestari'. Tapi atas kehendak "Yang Maha Kuasa" peringkatnya naik jadi anak kedua. Atas kecintaan Allah, anak laki-laki pertama telah terlebih dulu dipanggil untuk menghadap kehadirat-Nya dalam usia yang baru 8 bulan. Meninggalkan dunia yang fana dan penuh dengan hiasan ini untuk berada disisi-Nya dalam keabadian yang tenang dan penuh dengan keindahan.
Dengan segenap rasa syukur kepada sang Robb bayi laki-laki tersebut diberi nama "Abdul Rakhman Muslim". Dengan segenap doa terpanjat pada sang Robb supaya anak laki-laki mereka menjadi anak yang Sholeh sesuai dengan namanya.
Masa demi masa berlalu.
Sejak lulus dari Sekolah Dasar anak laki-laki ini
sudah hidup terpisah dari kedua orang tuanya. Tanpa bekal yang memadai kecuali
petuah-petuah dari kedua orang tua dan pendidikan agama yang minim.
Dia
tumbuh dan dibesarkan oleh lingkungan, yang kemudian membentuk karakter dan
kepribadiannya. Lingkungan pula yang kemudian mengenalkan dan mejerumuskan
dia kedalam dunia narkoba ketika dia menginjak Sekolah Menengah Atas di Jogjakarta pada tahun
1991-1994. Sebuah kota dengan label kota pelajar tapi penuh jebakan bagi
mereka-mereka yang datang dengan niat setengah hati bukan untuk
bersungguh-sungguh menuntut ilmu seperti apa yang diamanatkan oleh orang tua
mereka. Kota yang punya seribu wajah dan juga keindahan seperti yang
digambarkan oleh KLA Project dalam lagu mereka.
Dia
banyak merasakan pahit dan manisnya perjalanan hidup di Jogjakarta. Mungkin
lebih tepat kalo banyak merasakan kepahitan.
Selesai masa SMA, dia melanjutkan kuliah di Universitas Jenderal Soedirman - Purwokerto. Disinilah dia
mendapatkan nama panggilan Killy. Kebiasaan lama memang sulit
untuk dibuang, itu pulalah yang dia bawa ketika masuk dunia kuliah. Masih tetap
dengan narkoba. Ditambah dengan pergaulan baru yang membawa dia kedunia baru,
dunia Hedonisme, sekularisme dan entah apalagi namanya. Yang semua itu
menawarkan keindahan semu. Keindahan yang banyak membuat kita terjebak dan tidak
mau lepas.
Di Purwokerto-lah dia mendapatkan segalanya, gelar sarjana
ekonomi, pekerjaan, relasi dan koneksi yang luas, uang ...
(wanita??)
Segalanya?? Ternyata tidak. Dengan semua itu dia masih merasakan sesuatu yang kurang. Sesuatu yang tidak didapat dari dunia sekulerisme dan hedonisme. Tidak pula didapat dari relasi dan koneksi yang luas. Tidak pula bisa didapat dengan uang.
Sesuatu itu adalah perasaan hampa dalam relung hati yang paling dalam.
Perasaan yang kian hari kian menguat dan menuntut sebuah jawaban. Perasaan
yang kemudian menimbulkan pertanyaan :
untuk apa dan siapa aku
hidup? akan kubawa kemana arah hidupku ini? Tidakkah aku ini
ada yang menciptakan dan akan kembali kepada sang pencipta yang juga
menciptakan semesta alam ini?
Kenapa selama ini aku tidak mengenal
siapa penciptaku? Tidak pula pernah berdialog dengan sang pencipta
dengan cara yang diajarkan oleh agamaku yaitu sholat?
Perasaan hampa itu ternyata adalah sebuah kerinduan. Kerinduan yang
kemudian membentuk sebuah perasaan cinta.
Sebuah kerinduan dari seorang
hamba kepada Sang Penciptanya. Seumur hidup dia telah lupa dan melupakan
kodratnya sebagai seorang hamba. Sebagai sebuah maha karya dari yang Maha
Pencipta.
30 tahun berlalu, 30 tahun pula dia baru menyadari akan sebuah pencariin untuk memenuhi sebuah kerinduan. Kerinduan yang tidak pernah bisa dibeli oleh apapun kecuali dengan cara menjalani hidup sesuai dengan yang diajarkan oleh "Sang Pencipta" dan "Rosul-Nya" serta "Kitab-Nya".
Kesadaran itu membawa dia untuk memulai sebuah perjalanan baru dalam hidupnya. Perjalanan Spiritual. Perjalanan panjang dan berliku yang hanya bisa ditempuh dengan keiklasan dan kehati-hatian.
"Ya Robb,
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu)
Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka, bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat"
(Q.S
Al-Faatihah : 6-7)
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat
Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan
untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai. dan masukkanlah aku dengan
rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh"
(Q.S An-Naml : 19)
"Ya Robb, Janganlah Engkau biarkan kecintaanku kepada dunia mengalahkan kecintaanku kepada-Mu"
"Ya Robb, berikanlah aku ampunan, rahmat dan cinta
MU.
Tanpa itu semua sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang merugi"
"Ya Robb, berikanlah aku kesempatan untuk dapat membahagiakan dan memuliakan Ibuku, Ibuku, Ibuku dan Ayahku"
"Ya Robb, jadikanlah umurku umur yang penuh dengan berkah dan rahmat-Mu."
30 Oktober 1976 - 30 Oktober 2006
Komentar {12}
spada....(clingak..clinguk...)
ada yg ulang taun yaa?
waaaa....selamat ulang tahun yaaa om Killy.....
"Semoga selalu mendapat bimbingan Nya"
amin
salam selalu
Bunda Ghani & Aurel
minal aidin wal fa idzin.
mohon maaf lahir dan batin
Sekalian mohon maaf lahir bathin.
Daku terharu baca riwayatnya oom Killy.
Demi waktu yang tak akan terulang, maju terus ooom...
selamat ulang taun ya... 30 taun yaa.... pokoknya semua yang terbaik buat elo ya kil!!
panjang umur ya oM kiLL...
tetep tersenyum, tetep semangat, tetep inget dengan yang maha pencipta, tetep inget bersyukur, dan tetap HIDUP.